Born on January 14 , 1997 in Jakarta

Wednesday, August 3, 2011

apa kamu pernah berada dalam situasi seperti ini ?

Ketika kamu merasa sedih sepi dan sendiri.
Tapi kamu tidak tau apa yang membuatmu merasa seperti itu.
Kamu ingin membagi rasa yang kamu rasakan saat itu.
Tapi lagi-lagi kamu merasa hanya kamu.
Kamu yang sendirian bergumul dengan semua perasaan itu.
Merasa tidak ada satu orang pun yang bisa kamu harapkan untuk ikut merasakan pergumulanmu.
Tidak juga ada teman.
Kamu ingin sekali pergi.
Pergi keluar.
Tapi kamu tidak tau harus melangkah kemana.
Kamu seperti orang idiot yang hanya bisa terdiam tanpa tau apa yang harus dilakukan.
Akhirnya kamu hanya bisa pergi ke loteng sambil membawa selembar kertas dan pensil.
Disitulah kamu menuliskan tentang semua perasaan yang tengah berkecamuk di dalam.
Sebenarnya kamu teramat sangat ingin membagi tentang semua rasa yang berkecamuk di dalam pada khalayak banyak.
Tapi kamu terlalu gengsi.
Bagimu,mengungkapkan rasa yang sebenarnya di khalayak banyak merupakan aib.
Agak terlalu berlebihan mungkin.
Tapi itu cara pandangmu.
Kamu hanya tidak ingin terlihat menjadi pengemis perhatian dengan mengungkapkan yang sebenarnya.
Ketika kamu melihat di sekitarmu bahagia,kamu ingin sekali ikut merasakan hal itu.
Tapi ternyata bahagia belum berada di sampingmu.
Lalu kamu berpikir “waktuku untuk bahagia,kapan?”.
Lagi lagi hanya bisa menghela nafas dan terdiam.
Dadamu terasa sesak.
Ada sesuatu yang meronta-ronta di dalam.
Kamu ingin sekali berteriak.
Biar lega dan berharap semuanya cepat terpulihkan.
Tapi kamu hanya bisa mengurai air mata.
Sambil mendengarkan lagu sendu.
Emosimu kembali sejalan dengan isi dari lagu sendu itu.
Pikiranmu melayang-layang entah kemana.
Bukan melamun.
Tapi kamu hanya sedang memikirkan banyak hal.
Banyak hal yang sepertinya tidak berujung.
Kamu merasa kecewa dengan dirimu sendiri.
Kamu merasa gagal dalam hidupmu.
Tapi mungkin itu terlalu kejam.
Kamu belum gagal,karena kamu masih hidup.
Kamu terus berusaha untuk memulihkan semua situasi yang seolah terasa menyudutkanmu.
Kamu ingin sekali mengubah semua hal.
Tapi sampai detik ini pun kamu tetap belum tau untuk harus melakukan apa.
Kamu hanya bisa menuliskan semua rasa di selembar kertas kosong dengan pensilmu.
Paling tidak,itu obat penawar yang bisa membuatmu tenang saat ini.